Banda Aceh — Kabar membanggakan datang dari Program Studi Doktor Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (Pendidikan IPS), Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK). Salah satu mahasiswa Program Studi Doktor Pendidikan IPS, Mudassir, S.Pd., M.Pd., berhasil lolos dalam program pendanaan Dana IndonesiAraya Kementerian Kebudayaan pada kategori Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan dan Cagar Budaya.
Keberhasilan tersebut diraih melalui proposal kegiatan dengan judul “Pengembangan Video Interaktif Permainan Tradisional Aceh sebagai Media Pelestarian Teknologi Tradisional.” Kegiatan ini mengangkat permainan tradisional Aceh sebagai bagian dari kekayaan budaya yang memiliki nilai edukatif, historis, dan sosial, sekaligus menjadi salah satu upaya untuk mendukung pelestarian warisan budaya melalui pemanfaatan media digital.
Permainan tradisional merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat serta diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola kehidupan masyarakat, keberadaan permainan tradisional menghadapi tantangan dalam hal keberlanjutan, pengenalan, dan pewarisan kepada generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya kreatif dan inovatif agar permainan tradisional tetap dikenal, dipahami, dan dapat dipelajari oleh masyarakat, khususnya generasi muda.
Melalui kegiatan yang diusulkan, pengembangan video interaktif diharapkan dapat menjadi salah satu media yang mendukung proses dokumentasi sekaligus memperkenalkan permainan tradisional Aceh secara lebih menarik dan mudah diakses. Pemanfaatan teknologi digital juga membuka peluang bagi pengetahuan mengenai permainan tradisional untuk disampaikan dalam bentuk yang lebih relevan dengan perkembangan zaman, tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Lolosnya pendanaan Dana IndonesiAraya Kementerian Kebudayaan menjadi sebuah pencapaian yang membanggakan, tidak hanya bagi Mudassir sebagai penerima pendanaan, tetapi juga bagi Program Studi Doktor Pendidikan IPS Sekolah Pascasarjana USK. Pencapaian ini menunjukkan adanya kontribusi mahasiswa dalam mengembangkan kajian yang berkaitan dengan pendidikan, kebudayaan, serta upaya pelestarian warisan budaya lokal.
Selain itu, kegiatan tersebut sejalan dengan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendorong pengembangan pengetahuan dan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kajian mengenai permainan tradisional Aceh diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap upaya pelestarian budaya sekaligus memperkuat pemahaman mengenai kekayaan budaya lokal sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya bangsa Indonesia.
Program Studi Doktor Pendidikan IPS Universitas Syiah Kuala menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Mudassir, S.Pd., M.Pd. atas keberhasilan memperoleh pendanaan tersebut. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan gagasan, melakukan kajian yang bermanfaat, serta menghasilkan karya yang memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan dan kebudayaan.
Semoga pelaksanaan kegiatan “Pengembangan Video Interaktif Permainan Tradisional Aceh sebagai Media Pelestarian Teknologi Tradisional” dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan luaran yang bermanfaat bagi masyarakat. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat turut mendukung pelestarian permainan tradisional Aceh agar tetap hidup, dikenal, dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
Selamat atas pencapaian yang diraih. Terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan serta pemajuan kebudayaan Indonesia.
Program Studi Doktor Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala


Comments are closed