Banda Aceh — Perkembangan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin pesat telah membawa perubahan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Kehadiran teknologi AI merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari dan akan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Kondisi tersebut menuntut dunia pendidikan untuk tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga mempersiapkan peserta didik agar mampu memanfaatkannya secara bijak, bertanggung jawab, dan sesuai dengan nilai-nilai pendidikan.
Dalam konteks pendidikan, peran pendidik menjadi sangat penting dalam mengarahkan peserta didik agar dapat memahami peluang sekaligus berbagai tantangan yang muncul dari penggunaan AI. Teknologi ini dapat memberikan banyak manfaat dalam mendukung proses pembelajaran, namun penggunaannya juga perlu diiringi dengan pemahaman mengenai etika, norma, tanggung jawab, serta prosedur penggunaan yang tepat.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Koordinator Program Studi Doktor Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (DPIPS), Dr. Muhammad Aulia, MTESOL., M.A., dalam kegiatan bersama para pendidik di SMAN 9 Banda Aceh. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Muhammad Aulia memperkenalkan berbagai konsep dasar terkait pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan sekaligus mengajak para pendidik untuk memahami teknologi tersebut secara lebih dekat.
Tidak hanya menyampaikan materi secara konseptual, Dr. Muhammad Aulia juga melakukan demonstrasi penggunaan sejumlah fitur AI kepada para pendidik. Para peserta diajak untuk mencoba secara langsung berbagai kemampuan teknologi AI, kemudian menganalisis hasil yang diberikan. Pendekatan tersebut dilakukan agar para pendidik tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami cara kerja, potensi, keterbatasan, serta risiko yang mungkin muncul dari penggunaan AI dalam proses pembelajaran.
Melalui kegiatan tersebut, para pendidik didorong untuk mengeksplorasi kemungkinan penerapan AI di lingkungan kelas masing-masing. AI dapat dimanfaatkan sebagai salah satu perangkat pendukung untuk membantu guru dalam mengembangkan bahan ajar, mencari ide pembelajaran, menyusun aktivitas yang lebih variatif, maupun mendukung proses analisis dan pengembangan materi pembelajaran. Namun, pemanfaatan tersebut tetap perlu ditempatkan sebagai alat bantu dan tidak menggantikan peran guru dalam mendidik, membimbing, dan membangun karakter peserta didik.
Menurut Dr. Muhammad Aulia, pengenalan AI kepada peserta didik perlu disertai dengan pembentukan mindset, etika, norma, dan prosedur penggunaan teknologi yang baik. Peserta didik perlu dibekali kemampuan untuk berpikir kritis terhadap informasi yang dihasilkan AI, tidak menerima setiap jawaban secara mentah, serta memahami pentingnya kejujuran akademik dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi.
Hal ini menjadi semakin penting karena peserta didik merupakan kelompok yang sangat dekat dengan perkembangan teknologi digital. Tanpa pendampingan yang tepat, penggunaan AI berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, seperti ketergantungan terhadap teknologi, berkurangnya kemampuan berpikir kritis dan mandiri, penyalahgunaan informasi, hingga persoalan etika dalam proses pembelajaran.
Oleh karena itu, pendidikan memiliki posisi yang sangat sentral dalam memitigasi berbagai dampak negatif tersebut. Guru tidak hanya dituntut untuk mengenal teknologi AI, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk mengintegrasikannya secara proporsional ke dalam pembelajaran. Dengan demikian, teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat proses pendidikan tanpa menghilangkan nilai-nilai utama dalam pembentukan karakter dan kemampuan peserta didik.
Kegiatan bersama para pendidik SMAN 9 Banda Aceh ini juga menjadi ruang untuk membangun kesadaran bersama bahwa transformasi digital dalam pendidikan membutuhkan kesiapan dari seluruh unsur pendidikan. Guru perlu terus belajar dan beradaptasi agar mampu mendampingi peserta didik menghadapi perubahan teknologi yang berlangsung begitu cepat.
Dr. Muhammad Aulia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Sekolah SMAN 9 Banda Aceh beserta seluruh pendidik yang telah memberikan ruang dan kesempatan untuk berbagi pengetahuan serta berdiskusi mengenai perkembangan AI dalam pendidikan. Kesempatan tersebut diharapkan dapat menjadi awal dari penguatan literasi digital dan pemanfaatan teknologi yang lebih bijaksana di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pendidik dapat membawa pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh untuk diterapkan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di kelas masing-masing. Pada akhirnya, pemanfaatan AI diharapkan tidak sekadar menjadi tren teknologi, tetapi mampu menjadi bagian dari inovasi pendidikan yang tetap berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir, karakter, etika, dan kemandirian peserta didik.
Semoga kegiatan ini memberikan manfaat, memperluas wawasan para pendidik, serta menjadi langkah positif dalam mempersiapkan dunia pendidikan menghadapi perkembangan Artificial Intelligence secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab.

Comments are closed